Pages

Saturday, August 22, 2009

Ramadhan Bukan Berarti Malas Bekerja

Sebagian orang bermalas-malasan di bulan Ramadhan, padahal puasa itu bukan dimaksudkan untuk melemahkan produktivitas seorang Muslim

Hidayatullah.com--Muslim di seluruh dunia akan memasuki bulan Ramadhan beberapa hari lagi. Bagi negara Barat, Ramadhan berarti menandakan menurunnya aktivitas ekonomi, dan terlihat aneh karena seiring dengan keinginan dunia Arab untuk masuk pasar global, urusan bisnis mereka harus menyesuaikan diri dengan pelaksanaan ibadah.

Tapi, menurut Wakil Syaikh Agung Al-Azhar, Syeikh Abdul Fattah Allam, tidak ada pertentangan antara Ramadhan dan urusan dunia modern. "Ketika Islam memerintahkan ibadah ini, (ibadah) tersebut untuk mendorong kami bekerja dan lebih maju, dan tidak pernah dimaksudkan untuk menurunkan produktivitas," katanya.

Ramadhan tahun ini di Mesir bertepatan dengan musim panas, dan waktu siang hari yang panjang ketika berpuasa, dapat menguras tenaga mereka. Untuk itu pemerintah dan dunia bisnis berusaha meringankannya dengan mengurangi jam kerja. Bisa jadi ini berarti semakin sedikit pekerjaan yang bisa diselesaikan, dan produktivitas menurun.

Namun, bagi sebagian orang hal itu tidak menjadi masalah. "Rezeki itu datangnya dari Allah, Alhamdulillah. Kami yakin Allah Maha Pemberi. Semuanya baik-baik saja, syukur kepada Allah," kata seorang pedagang.

Bagi sebagian orang, Ramadhan bahkan mendatangkan keuntungan. "Sebagian orang menjadikan Ramadhan alasan untuk mengurangi kerja. Tapi bagi orang-orang seperti kami, Ramadhan atau tidak Ramadhan, jamnya tetap, aktivitasnya sama. Tidak masalah, karena di bulan Ramadhan orang senang membeli banyak barang," kata seorang pedagang bumbu di Kairo.

"Khalifah Umar dulu melihat seorang laki-laki sedang berada di masjid dan ia bertanya kepadanya, 'siapa yang menghidupimu?' Pria itu mengatakan, ‘saudara laki-lakinya.’ Sang Khalifah berkata kepadanya, 'Saudaramu lebih taat daripada kamu, karena ia bekerja sementara kamu berdoa di sini, mengandalkan bantuannya'," cerita Syeikh Abdul Fatah Allam.

Bagi mereka yang melemah produktivitasnya dengan alasan Ramadhan, kiranya perlu belajar dari Hakeem Olajuwon. Penampilan terbaik bintang NBA itu justru ketika bertanding di bulan Ramadhan, ketika ia berpuasa penuh. [di/voa/www.hidayatullah.com]

No comments:

Post a Comment